Alam Bawah Sadar Manusia

Setiap manusia pasti pernah mengalami atau melihat suatu kejadian yang menurut akal pikiran manusia tidak mungkin bisa terjadi. Misalnya tiba-tiba seseorang bisa melompati sungai atau lobang yang lebar saat sedang dikejar-kejar anjing atau penjahat, atau seseorang tiba-tiba bisa berenang saat melihat seorang anak yang sedang hanyut di sungai, sehingga secara reflek dia pun terjun ke sungai tersebut untuk memberi pertolongan, padahal dalam kondisi sadar dia tidak bisa berenang atau tidak bisa melompati lobang yang lebar tersebut. Atau seseorang tiba-tiba bisa mengangkat suatu benda yang cukup berat dan melemparkannya hanya dengan menggunakan satu tangan, padahal dalam kondisi sadar dengan menggunakan dua tangan pun tidak mampu untuk mengangkatnya.

Atau tiba-tiba seseorang menemukan sejumlah uang di saat dia sedang berusaha keras untuk mendapatkan uang untuk suatu kebutuhan yang sangat mendesak sekali, tapi usaha tersebut sama sekali tidak membawa hasil, sehingga di saat dia betul-betul memasrahkan segala sesuatunya kepada tuhan yang dia yakini. Dan lain-lain kejadian yang sama sekali tidak masuk akal pikiran manusia, sehingga terkadang manusia menganggapnya sebagai suatu mukjizat dari tuhannya, karena logika manusia mentok untuk mengungkap atau menjabarkan kejadian yang mustahil bagi dirinya.

Padahal kekuatan alam bawah sadar tersebut adalah kekuatan yang ada di dalam setiap diri manusia sejak manusia masih berada di dalam rahim ibu, sebagai bekal kekuatan bagi manusia di dalam menjalani tugas dan peran kehidupan di bumi ini agar manusia senantiasa mendapatkan kemudahan dalam mengerjakan berbagai tugas dan peran kehidupan tersebut.

Namun kenapa manusia tidak bisa merencanakan atau mengelola kekuatan tersebut sebagai kekuatan yang tidak terbatas, sehingga manusia pun hanya mengharap dan menunggu datangnya kekuatan alam bawah sadar atau kekuatan mukjizat tersebut, padahal itu adalah kekuatan yang merupakan anugerah tuhan sejak manusia masih dalam rahim ibu. Bukan kah manusia meyakini bahwa di dalam dirinya ada kekuatan dzat tuhan yang maha tidak terbatas.

Bahkan di dalam suatu ajaran agama pun telah dijelaskan bahwa tuhan itu lebih dekat dari urat nadi manusia, bahkan disebutkan bahwa hatinya orang beriman adalah singgahsana rumah tuhan? Berarti disini sangat jelas, bahwa kekuatan dzat tuhan ada dalam setiap diri manusia, bahkan ada di setiap wujud dan gerak dari segala sesuatu yang ada di bumi alam semesta raya.

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah adanya kesalahan paradigma manusia yang mengclaim dirinya tidak mampu atau tidak bisa melakukan hal-hal yang menurut dirinya tidak logis. Jika manusia merasa bersama dengan tuhannya tentu tidak ada yang tidak mungkin terjadi, bahkan semuanya harus dan pasti terjadi.

Kekuatan alam bawah sadar adalah kekuatan dzat tuhan yang ada di dalam setiap diri manusia, berupa energi yang tersimpan sangat dalam dan terkoneksi ke seluruh titik ordinat yang ada di bumi alam semesta raya ini. Dia akan muncul dan bisa difungsikan sesuai dengan kehendak manusia, jika manusia menyadari kodrat jatidiri yang sesungguhnya, yaitu manusia yang berani membebaskan diri dari segala doktrin, dogma dan paradigma yang membelenggu kebebasan akal pikiran manusia, belenggu takut pada dosa dan kuwalat yang telah mengkerdilkan jiwa manusia, sehingga manusia menjadi terbatas dalam berkarya dan berinovasi.

Padahal selama karya atau inovasi tersebut tidak membawa kerusakan pada diri dan diri-diri yang lainnya, dan membawa pada kenikmatan diri dan bersama, tentu hal itu tidak melanggar ajaran tuhannya, tapi justru sangat dianjurkan tuhannya, karena telah menjadi manfaat bagi diri dan sekitarnya.

Bagaimana menggunakan kekuatan alam bawah sadar tersebut dengan instan dan konstan untuk mewujudkan kehendak atau hajat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *