Apple Diwajibkan Membayar Denda 500 Juta Dolar Akibat Penyalahgunaan Paten

Setelah memenangkan kasus patennya terhadap perusahaan besar penghasil Smartphone asal Negeri Ginseng Korea Selatan Samsung. Apple perusahan yang terkenal dengan produknya berupa iPhone dan iPad, harus menelan pil pahit akibat tuntutan perihal hak cipta. Hali ini mengakibatkan Apple diwajibkan membayar denda 500 Juta Dolar Akibat Penyalahgunaan Paten, berita ini keluar sektar 12 jam yang lalu dari http://bgr.com/2018/04/11/apple-virnetx-patent-trial-damages-502-6-million/amp/.

Pepatah bijak berbahasa Inggris “Win Some Lose Some”, terasa sangat cocok dengan kejadian yang menimpa Apple belakangan ini. Setelah berhasil memenangkan tuntutannya terhadap Samsung masalah penjiplakan desain dan teknologi, perusahaan ini sekarang kalah dalam tuntut menuntut.

Seorang Juri dari Pengadilan Texas bagian timur, menyatakan bahwa Apple bersalah akibat pelanggaran terhadap paten jaringan komunikasi  yang dimiliki oleh perusahaan VirnetX Holding Corp. kasus ini sebenarnya sudah berjalan selama kurang lebih 8 tahun lamanya di pengadilan.

Apple dinyataan bersalah terkain pelanggaran terhadap 4 buah paten berbeda yang dimiliki oleh perusahaan VirnetX, dan paten tersebut telah diterapkan terhadap layanan iMessage, Face Time, dan solusi VPN yang terinstal pada build produk iPhone dan iPad.

Sebanyak 400 juta produk yang terjual dari Apple dipastikan telah menyalahgunakan paten milik VirnetX. Akibatnya Apple diharuskan untuk membaya kerugian yang ditaksir senile 502,6 juta Dolar Amerika Serikat.

Ini tentu saja sebuah kemenangan yang besar bagi VirnetX, dimana mereka sebenarnya tidak berniat untuk menggunakan temuan tersebut dan mungkin hanya ingin menimbunnya saja.

Walaupun denda tersebut mewajiban Apple untuk membayar hanya sebagian saja, ini tetaplah ebuah kemenangan yang besar bagi VirnetX. Kendati demikian, Badan Pengawas Paten Amerika Serikat (USPTO) menyatakan bahwa patent yang dirtenyakan bersifat invalid.

Sementara pernyataan terkait paten tersebut dikatakan ivalid oleh USPTO, CEO VirnetX Kendall Larsen tetap merayakan kemenangan ini. Dirinya menyatakan bahwa “Katakan yang sebenarnya, maka semua akan baik-baik saja”.

Dari artikel ini bisa diambil kesimpulan bahwa sekecil apapun paten yang dimiliki oleh orang lain, harus kita akui kreditnya. Jangan pernah mencoba untuk menutup-nutupi pekerjaan orang lain yang sudah kita tiru. Perusahaan sekelas Apple saja masih bisa tersandung, dan diharuskan untuk membayar denda yang tidak sedikit. 500 juta Dolar itu sama dengan kurang lebih 6,5 Trilyun Rupiah, masih bilang ini murah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *