Berawal Dari Nyasar, Indahnya Rest Area Km 125 Tol Padalarang

dinsashop.com

Ya, berawal dari kesasar setelah lelah meliput berbagai kegiatan, maksud setir ingin masuk gerbang tol Baros Cimahi. Apadaya saat itu ada perbaikan bahu jalan dan akes masuk gerbang tol, karena banyaknya pekerja ditambah dengan rambu masuk yang tidak dipasang, saya kebablasan masuk area tol  Padalarang. Hanya ada dua pilihan, belok ke arah Cileunyi atau lurus dan keluar di gerbang tol Padalarang.

Akhirnya kami memutuskan untuk lurus, dan keluar di gerbang tol Padalarang. Ketika maju dan sampai di titik Km 125, kami meminggirkan kendaraan untuk sekedar mencerahkan pikiran, sekaligus melaksanakan ibadah shalat Dzuhur yang sudah terlewat waktunya.

Terletak diantara perbatasan Kota Cimahi dan Padalarang, Rest Area satu ini biasanya digunakan oleh para pelaju yang hendak pulang menuju daerah Padalarang. Karena pada saat jam sibuk kemacetan yang terjadi di akses keluar pintu tol Padalarang, akan berlangsung sangat lama. Kami pernah terjebak selama hampir 2 jam ketika akan berkunjung ke Kota Baru Parahyangan.

Tidak kami sangka, rest area ini memiliki Masjid yang sangat indah, dihiasi dengan dinding berupa partisi kayu yang bersifat netral. Suasana ibadahpun terasa sangat nyaman, dan keluh kesah akibat tersasar tidak terasakan lagi.

Terlihat megah bukan? Akses masuk masjid yang langsung tanpa ada penghalang dinding ataupu pintu, membuat sirkulasi udara lebih lancar dan tidak menimbulkan pengap.

Bagi Sobol (Sobat Online) yang ingin membeli oleh-oleh bagi keluarga tercinta di rumah. Di rest area ini terdapat sentra oleh – oleh yang menjual berbagai macam makanan yang sedang trend akhir – akhir ini. Salah satunya adalah Makuta, sebua cake unik yang usahanya dimiliki oleh Aktris cantik Laudya Chintya Bella.

 

 

Bagaimana jika Sobol sudah lapar dan tidak mungkin ditahan lagi? Di rest area ini juga menyediakan kedai makan yang menyediakan berbagai macam jenis makanan unik. Salah satunya adalah Tengkleng, yang merupakan makanan khas daerah Jawa Tengah yang bentuknya mirip seperti gulai.

Juga ada Sate Maranggi, yang merupakan sate khas purwakarta. Dan ada juga yang berasal dari daerah Puncak, Cipanas, Kota Cianjur. Keduanya memiliki kekhasan masing – masing.

Bagaimana? Anda tertarik untuk sekedar mampir ke rest area ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *