Kebakaran Sumur Pengeboran Minyak di Aceh Timur Memakan Korban Jiwa

Ilustrasi. Sejumlah petugas pemadam kebakaran Minyak dan Gas (MIGAS), mencoba memadamkan kobaran api dengan metode spray pump yang melalap sebuah fasilitas pemboran minyak. (Indonesia Press Photo/Bhakti Pundhowo)

Innalillahi wa inna Ilaihi Raaji’uun, Akang kaget melihat kejadian tebakarnya Sumur Pengeboran Minyak yang melanda wilayah Aceh Timur, dan parahnya lagi Memakan Korban Jiwa.

Sampai saat ini, api tersebut belum juga padam. Kebakaran ini diakibatkan oleh kelalaian warga saat melakukan pengelasan pipa Baja, yang akan dimasukkan kedalam Sumur Minyak tersebut.

Berdasarkan laporan yang diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah Aceh Timur, api tersebut berasal dari percikan api pengelasan, dan menyebabkan 10 orang meninggal serta 40 lainnya mengalami Luka bakar.

Korban kebakaran api di Ranto Peureulak tersebut, saat ini dirawat di RSUD Sultan Abdul Azizyah Dan RSUD Zubir Mahmud.

Hal ini diperparah dengan dekatnya lokasi kebakaran Sumur Minyak tersebut dengan pemukiman warga. Sumur Minyak ini dikelola oleh warga desa setempat, hingga saat ini 3 rumah warga di desa tersebut.

Belum Ada kepastian lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Bagi Sobol yang berada di wilayah tersebut atau dekat dengan wilayah tersebut, bisa menambahkan komentar mengenai update terkini terkait kejadian tersebut.

Perlu Sobol ketahui, bahwa Hal seperti inilah yang menyebabkan besarnya gajih yang diterima oleh para pekerja tambang. Penghasilan tersebut tentu saja sebanding dengan resiko yang harus dijalani oleh para pekerja tersebut.

Selain itu, besarnya pendapatan pegawai tambang, juga terpengaruh dari tingkat kejenuhan yang dialami oleh pekerja tambang setiap harinya.

Mari Kita semua mendoakan agar para Korban diberikan keselamatan, dan bagi yang meninggal Mari Kita doakan agar Amal ibadah mereka diterima di sisi Sang Maha Pencipta.

Berkaca dari kejadian tersebut, terkait kebakaran Sumur Minyak yang melanda Aceh Timur dan Memakan Korban Jiwa, pemerintah seharusnya lebih seksama memperhatikan fasilitas-fasilitas seperti ini.

Melihat betapa berbahayanya dan banyaknya sumur-sumur Minyak ilegal seperti ini, pemerintah seharusnya melakukan pengelolaan yang professional, sehingga bisa mencegah Bencana seperti ini agar tidak terjadi.

Jangan menunggu terjadi, baru teriak di media – media. Kejadian seperti ini tentu akan menjadi heboh dan menyebabkan banyak perdebatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *