Keindahan Yang Terlarang, Mengenal Berlian Terkutuk The Hope Diamond

Bicara mengenai kutukan yang dimiliki oleh suatu benda, terasa seperti obrolan gurauan yang berasal dari film horror. Namun berbeda dengan berlian yang satu ini, karena memiliki sejarah panjang yang misterius, tragis, dan tentunya sangat menarik untuk diikuti.

Bagi anda yang gemar mengoleksi benda mewah berupa berlian, tentu sudah tidak asing lagi dengan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk sekedar mendapatkan potongan kecil dari batu mulia ini. Berlian terkutuk ini kabarnya ditaksir memiliki harga senilai 250 juta Dollar Amerika.

Kembali kepada judul kali ini yang membahas tentang berlian yang memiiki nama The Hope Diamond. Sejarah mengenai berlian beserta kutukannya ini dimulai ketika seorang Pedagang dari Perancis yang bernama Jean Baptiste Tavernir, membeli berlian tersebut pada tahun 1642 dari pertambangan Golconda dekat sungai Kistna di Negara India.

Setelah membawanya dari India menuju ke tanah kelahirannya di Perancis, Jean Baptiste Tavernir menjual berlian tersebut kepa Raja Louis XIV dengan keuntungan yang besar. Namun sayangnya sebelum ia bisa menimati hasil penjualan berlian tersebut, Jean Baptiste Tavernir ditemukan tewas dengan cara mengenaskan, dimana tubuhnya dicabik hidup – hidup oleh sekawanan anjing liar. Dimana pada kejadian tersebut dirinya tewas secara perlahan dengan prosees yang sangat menyakitkan.

Berlian tersebut tersimpan dengan baik di Istana kediaman Keluarga Kerajaan Perancis hingga dinyatakan hilang pada tahun 1792. Berlian terebut diduga telah dicuri ketika tejadi pemberontakan besar – besaran yang kita kenal dengan istilah Revolusi Perancis.

Revolusi Peranci sendiri terjadi akibat ketimpangan taraf sosia dan ekonomi yang terjadi antara kaum bangsawan dengan rakyat jelata Perancis saat itu. Akibat kejadian tersebut sang pemilik berlian yaitu Raja Louis XIV dan Marrie Antoinette dieksekusi hukuman pancung oleh rakyat yang pada saat itu berhasil memberontak. Konon menurut beberapa ahli sejarah, kematian mereka diakibatkan oleh berlian terkutuk The Hope Diamond.

Berlian tersebut kemudian menghilang selama beberapa decade lamanya, dan selama menghilang berlian tersebut telah dipotong – potong menjadi bagian yang lebih kecil. Ada beberapa yang menyatakan bahwa Raja Inggris King George IV, sempat memiliki berlian tersebut. Dan dirinya kemudian bangkrut akibat terlilit hutang, dan terpaksa menjual property real estatenya untuk melunasi hutang tersebut .

Awal mula berlian terkutuk ini memiliki nama The Hope Diamond, berawal ketika seseorang yang bernama Henry Thomas Hope memiliki berlian tersebut pada tahun 1839. Tidak lama kemudian dirinya tewas menyusul pemilik sebelumnya dan sejak saat itulah berlian ini memiliki nama Hope sama seperti pemiliknya.

Konon untuk menghilangkan kutukan tersebut, dibutuhkan hati yang murni bagi seseorang yang ingin memiliki berlian tersebut. Maksud dari  hati yang murni ini adalah seseorang tersebut tidak boleh mengkomersialkan berlian ini demi keuntungan pribadi semata.

Kemudian hal ini dilakukan oleh seorang pedagang berlian dermawan yang bernama Harry Winston mendonasikan berlian terkutuk ini kepada Smithsonian Institution pada tahun 1958. Bagi anda yang tertarik untuk melihat berlian yang satu ini, anda bisa berkunjung ke Smithsonian Institution yang terletak Wahington DC.

Karl Shuker dalam bukunya yang berjudul The Unexpleined, mengungkapkan sedikit miteri dari berlian terkutuk ini. Dimana awalnya berlian ini merupakan hiasan kening yang menempel pada kening seorang Idola kuil di India. Karena keserakahan, seorang pendeta kuil mencabutnya dengan keji dari kening pemilik berlian tersebut. Dan pendeta tercela itu berakhir dengan hukuman mati yang dilakukan secara pelahan dan menyakitkan.

Sementara cerita mengenai kutukan yang tersebar luas diselruh dunia hingga detik ini, awalnya merupakan sensasi yang sengaja dibuat oleh seorang jurnalis untuk menjual beritanya agar populer pada akhir tahun 1800an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *