Lawan Setan Di Diri Kita

Kesehatan dan kekuatan fisik sama sekali tidak terpisah dari kekuatan ruh dan mental. Semakin banyak kalangan medis konvensional  yang percaya, 60 persen penyebab gangguan oragan dalam tubuh (jantung, liver, dll) adalah faktor psikis, kejiwaan alias ruhiah. Karena itu berbabagai upaya Kita memperkuat ruh Kita  – untuk melawan setan. Termasuk dalam upaya-upaya melawan setan di diri Kita adalah :

SHALAT FARDHU 5 WAKTU

Sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan betapa shalat yang kita lakukan punya dampak luar biasa bagi kesehatan badan. Diantaranya yang terbit dalam jurnal kedokteran Saudi Medicine (2002) dengan judul Evaluation of new physical exercise taken from salat (prayer) as short duration and frequent physcal activity in the rehabilation of geriatric and disable patients.

 

Penellitian yang dilakukan orang tiga orang dokter senior (dua diantaranya orang Jepang) membuktikan bagaimana gerakan-gerakan berdiri, rukuu, sujud, dan duduk disertai dengan ketingkatan konsentrasi yang tinggi, memapu menjadi terapi manjur bagi penderita berbagai ketuaan dan cacat tulang, jika dilakukan oleh orang sehat, tentu saja efeknya adalah peningkatan kekuatan tubuh.

 

SHALAT TAHAJJUD

Bangun di sepertiga malam dan berkonsentrasi shalat dan membaca Al- Quran merupakan pemanasan yang sangat bagus sebelum memulai hari-hari anda. Orang kebanyakan baru bangun saat matahari sudah terbit, dan bagi meraka yang dikota besar menghirup udara pertama yang sudah terpolusi. Sedangkan Anda, sudah membersihkan paru-paru dan aliran darah dengan oksigen yang masih bersih seraya menghadap Pencipta dan Pengatur kehidupan. Subhannallah, apa yang lebih sehat dari ini ?

 

MENJAGA WUDHU

Jika Anda senantiasa menjaga wudhu begitu terasa batal, tubuh Kita akan terbebas dari kuman, bakteri dan virus yang mengancam karena selalu terbasuh air yang suci.

 

MAKAN DAN MINUM HALAL TANPA BERLEBIHAN 

Ibunya orang Mu’min Siti Aisyah Radhiallahu’anha bersaksi, bahwa Rasululah tidak merasa kenyang memakan gandum selama 3 hari berturut-turut, beliau hanya makan bila terasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

Rasulululah juga di riwayatkan pernah menganjurkan agar membagi isi perut kita dalam tiga bagian : sepertiga berisi makanan, sepertiga berisi air, sepertiga berisi udara kosong. Lebih sering malaksanakan puasa lebih baik bagi kesehatan perut yang merupakan sumber banyak penyakit.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *