Mengenal Salah Satu Gudang Bulog Di Karawang

Salah satu tim kami yang berkuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Logostik Indonesia, melakukan Kunjungan Industri atau Industria Visit yang dilakukan pada hari Selasa 10 April 2018. Dalam rangka mengenal lebih dalam tentang salah satu gudang Bulog yang ada di Karawang.

Selan itu dengan dilakukannya kegiatan Kunjungan seperti ini, para mahasiswa dapat mendalami lebih lanjut mengenai Sistem Logistik Pangan Indonesia.

Perlu Sobol (Sobat Online) ketahui bahwa Bulog merupakan Badan Usaha Logistik yang mengurus persebaran Sembilan Bahan Pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Apa sajakah Sembilan Bahan Pokok Tersebut? Ingat bahwa ini bukanlah Sembako Cinta ala lagu dangdut Thomas Djorghi. Bahan-bahan tersebut antara lain : Beras, Tepung Terigu, Gula Pasir, Kedelai, Daging, Ikan, Minyak Goreng, Terigu, dan Air Mineral.

 

Gudang Bulog yang terletak di Karawang ini, khusus mengurusi hanya Beras dan pengelolaannya. Dari gambar diatas bisa kita lihat hamparan gabah yang sedang dijemur, yana nantinya setelah kering akan digiling menggunakan mesin yang teredia di Gudang ini.

Selain berfungsi untuk menyimpan stok beras bagi rakyat. Seperti yang telah kita bahas pada paragraph sebelumnya, gudang ini juga dilengkap dengan berbagai fasilitias pengolahan besar. Yang nantinya akan disebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Setelah gabah selesai dijemur, proses penggilingan untuk menghasilkan beras konsumsi dilakukan di tempat ini. Mesin besar ini memiliki kapasitas pengolahan gabah maksimal 3 Ton/jam.

Beberapa saat lalu gudang ini juga mengimport beras dari Negara Thailand dan Vietnam. Dimana bers dari kedua Negara tersebut akan diedarkan daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

Perlu Sobol ketahui, proses pengiriman beras dari luar negri harus menggunakan beras yang memiliki kadar kelembapan air sebanyak maksimal 14%. Hal ini dilakukan guna menghindari kejadian beras menjadi rusak dalam perjalanan.

Setelah sampai ke gudang, proses pengolahan lebih lanjut dilakukan untuk mempertahankan kondisi beras agar awet selama dilakukan proses penyebaran kepada masyarakat. Beras yang sudah melewati proses tersebut akan mampu bertahan hingga 1 tahun selama disimpan dan tidak akan rusak.

Akhir dari kunjungan ini, selain ini untuk mengenal salah satu gudang Bulog di Karawang. Acara ditutup dengan MOU antara Pihak Bulog dengan STIMLOG, perihal kerjasama dalam penyediaan data untuk Tugas Akhir dan kesempatan praktek kerja bagi para Mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *