Nikmatnya Makan Siang Di Saung Kabayan

 

Bagi Sobol (Sobat Online) yang tinggal atau sering melintasi Jalan Dr, Djunjunan atau biasa kita sebut dengan istilah jalan Pasteur. Tentu sudah tidak asing lagi dengan restaurant khas Sunda yang satu ini. Hari ini tim kami diberi kesempatan emas untuk merasakan nikmatnya makan siang di Saung Kabayan ini.

Dibuka sejak tahun 1989 dan tidak pernah berpindah tempat dari lokasinya saat ini, tepatnya di Jalan Dr. Djunjunan No. 107 Kota Bandung. Restaurant khas masakan sunda ini, buka dari pukul 09.00 hingga 23.00

Dengan histori perjalanan kuliner yang cukup panjang ini. Saung Kabayang layak dijadikan panutan, karena yang rasanya yang ga pernah bohong. Dengan begitu banyaknya menu yang tersaji, dan ketersediannya yang terjaga. Restauran ini senantiasa memanjakan lidah pengunjungnya dengan cita rasa yang membuat lidah tidak bisa berhenti bergoyang.

Dilengkapi dengan pelayanannya yang cepat dan ramah. Suasana yang tadinya tegang akibat lelah menerjang macetnya jalan di Kota Bandung, perlahan  mencair dan suasana santap siang kali ini menjadi semakin akrab.

Karena begitu banyaknya menu yang harus dicoba, ditambah terbatasnya kapasitas perut yang dimiliki. Menu berupa Ikan Gurami Goreng dengan sambal dabu – dabu menjadi pilihan pertama yang muncul di kertas pesanan.

Tidak sampai disitu, menu tambahan berupa Ayam kampung Bakar dan Cumi Goreng Tepung tidak luput dari sasaran rasa lapar. Dilengkapi dengan sajian Tumis Kangkung, makan siang kali ini terasa lengkap ketika dimakan dengan cara lesehan.

Suasana semakin mantap karena seluruh bangunan interior restauran ini dihiasi dengan ornamen bambu yang sangat antik. Pencahayaannya diatur sedemikian rupa dengan menggunakan banyak sekali lampu berwarna putih. Membuat ornamen bambu ini terasa semakin hidup.

Dari segi rasa, semua sajian di restauran ini layak mendapatkan nilai 11 dari nilai maksimal 10. Terus terang saya tidak suka sama sekali dengan hidangan berupa ikan air tawar. Namun sekali mencicipi Gurame gorengnya, lidah terasa terpancing untk encoba lagi dan lagi.

Ayam Kampung yang biasanya memiliki karakter a lot ketika digigit, tidak terdapat dalam kamus restauran ini. Ayam Kampung Bakar khas Saung Kabayan dagingnya sangat lembut ketika di gigit, sama sekali tidak melawan ketika dikunyah.

Jangan ragu lagi, bawa kerabat dan rekan bisnis Sobol untuk makan di restaurant ini. Rasakan sendiri keajaiban yang mengguncang, ketika mencoba nikmatnya makan siang di Saung Kabayan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *