Panen Pertama Rumah Kaca di Antartika Memungkinan Selada Tumbuh di Planet Mars

 

Seperti biasa, saat Negara ini medianya masih sangat sibuk tanpa lelah menerbitkan berita provokatif tanpa makna yang tertuju, kami senantiaa member anda info – info menark yang tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan hari ini dan masa yang akan datang.

Tahukah anda bahwa proyek penelitian untuk hidup di planet Mars sudah mendekati tahap peluncurannya? Bahkan sudah ada gadi berusia 18 tahun yang sipa diterbangkan ke Mars untuk penelitian tersebut. Dunia internet ini sangatlah menarik untuk dijelajahi, banyak sekali informasi menarik yang bisa dijadikan bahan diskusi sampai bahan pembelajaran.

Kembali kepada tema kita hari ini menegenai selada yang siap dikembangka di tanah Mars. Selada di bulan atau dalam bahasa Inggri menjadi Lettuce on The Moon,  mungkin terdengar seperti judul lagu prog-rock. Akan tetapi perlu anda ketahui itu adalah sebuah rencana akhir dari peneitian yang dilakukan di NAtartika akhir – akhir ini.

Pagi ini, Pusat Kedirgantaraan Jerman DLR mengumumkan bahwa rumah kaca eksperimental Antartika mereka telah memanen tanaman pertamanya. Tanaman tersebut berupa 8 pon sayuran salad, 18 ketimun, dan 70 lobak.

Sebagaimana dilaporkan oleh Associated Press, ini merupakan hasil pertama dari proyek yang dimulai pada bulan Januari, ketika rumah kaca tiba di Antartika. Akan tetapi proyek tersebut menjanjikan untuk lebih banyak lagi panen. Selain sayuran yang baru saja mereka panen, para ilmuwan juga menanam stroberi, paprika, dan sejumlah tanaman herbal. Pada bulan Mei, DLR mengatakan mereka berharap dapat memperolehhai  sekitar 10 pon per minggu.

Menumbuhkan bahan makanan di salah satu lingkungan yang paling tidak ramah di Bumi adalah tugas dengan kesuitan tersendiri, tetapi para ilmuawan berharapa bahwa rumah kaca eksperimental ini, yang merupakan bagian dari proyek EDEN ISS, akan memberikan wawasan tentang bagaimana caranya menanam sayuran di luar angkasa dan di dunia asing.

Pelayaran ruang angkasa jangka panjang, seperti perjalanan ke Mars, akan sangat membutuhkan sumber makanan terbarukan. Seperti halnya koloni yang akan dibangun di sana. Hal tersebut menandakan bahwa para peneliti harus mencari tahu bagaimana cara menanam makanan di lingkungan khusus, terutama jika lokasinya merupakan bagian dari pesawat luar angkasa,

Penelitian ini mungkin juga berdampak pada proses cocok tanam di Bumi. Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, produksi makanan di sini dilakukan dengan media tanam berupa marmer biru kecil yang belum juga  stabil sampai saat ini. Di masa depan, kemungkinan pertanian di Bumi akan terpisah dari tanah karena perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang membutuhkan banyak ruang.

Jika penelitian ini terbukti mampu menanam tanaman di lingkungan yang sulit, apalagi bahkan bisa mendaur ulang air dari udara kembali ke sistem nutrisi tanaman. Penelitian ini bisa terbukti berharga bagi masa depan umat manusia.

Bulan lalu, NASA melaporkan bahwa awak Stasiun Luar Angkasa Internasional juga melakukan eksperimen ruang veggie, baru saja memanen tiga sayuran: mizuna, juga dikenal sebagai “spider mustard,” romaine lettuce, dan tokyo  kubis. Laporan AP melaporkan bahwa juru bicara DLR Daniel Schubert mengatakan “proyek Antartika bertujuan untuk menghasilkan lebih banyak sayuran yang mungkin suatu hari nanti akan tumbuh di Mars atau Bulan.

Percobaan Antartika ini berlangsung di sebuah Fasilitas Uji berupa panggung di atas tanah, dan bangunan ini dapat dengan mudah dipindah tempatkan.

Bangunan ini terlihat seperti sebuah trailer panjang dan berkaki tipis, rumah kaca ini berupa sebuah ruang budidaya dengan serangkaian “kabinet pertumbuhan” berbentuk kotak jendela.  Produk mereka akan menyediakan suplemen untuk diet para kru di musim dingin yang berjumlah 10-orang.

Neumayer Stasiun III, sebuah stasiun penelitian Antartika Jerman. Kru yang terlibat dalam proyek tersebut termasuk ilmuwan DLR yang secara khusus dilampirkan ke proyek EDEN-ISS. Dia akan masuk dan meninggalkan Fasilitas Uji Seluler, yang merupakan bangunan terpisah di dekat stasiun melalui jalur airlock khusus.

Hal tersebut harus dilakukan semirip mungki dengan kondisi di ISS atau Bulan, rumah kaca dirancang untuk benar-benar independen terhadap lingkungannya dan berjalan pada model aeroponik. Tanaman dipelihara oleh larutan nutrisi cair bukan tanah, dan sinari oleh LED yang dirancang khusus sebagai pengganti sinar matahari.

“Kami juga mengadaptasi udara di rumah kaca untuk memenuhi kebutuhan tanaman sebanyak mungkin,” kata juru bicara DLR Daniel Schubert dalam siaran pers Januari 2018. Hal tersebut berarti meningkatkan jumlah karbon dioksida di udara, dan menjaga agar udara bersih dari bakteri dan jamur dengan filter khusus dan proses disinfeksi radiasi UV. Dengan cara ini, Schubert berkata, “pertumbuhan biologis murni mungkin dapat dilakukan tanpa insektisida atau pestisida.”

Thesis yang menjanjikan ini telah diuji dengan tanaman baru-baru ini. Meskipun ada beberapa kendala di sepanjang perjalanan penelitian. Angin dingin Antartika menmberikan warna tersendiri pada satu titik dalam proses penelitian, misalnya ia menawarkan harapan. Dan untuk awak stasiun penelitian, ia juga menawarkan sayuran segar di gurun yang dingin.

Fasilitas uji dikirim ke Antartika dalam beberapa bagian, dan harus dirakit oleh tim insinyur dan ilmuwan khusus yang menunggu di stasiun untuk menerimanya. Mereka akhirnya menghabiskan Natal dan Tahun Baru di sana, karena pengiriman itu tertunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *