Pembuat Banyak Alasan Versus Pembuat Banyak Karya Ronde Ke-1

Bagi Sobol yang ingin sukses berkarir atau berbisnis di dunia online, ada 2 jenis sikap secara garis besar yang menjadi pembeda antara si gagal dan si sukses. 2 jenis sikap tersebut bisa kita jadikan perturangan antara pembuat banyak alasan versus pembuat banyak karya.

Pertama-tama, mari kita bahas para oknum pelaku yang memiliki sikap senantiasa membuat banyak alasan. Golongan yang satu ini ketika ditanya apa yang sudah mereka kerjakan untuk memajukan usaha yang mereka jalani. Akan menjawab dengan berbagai macam alasan, rata-rata karena usaha yang mereka jalankan cenderung stagnan dan terancam bubar.

Mengapa demikian? Dalam dunia pekerjaan maupun bisnis, sebuah alasan tidak bisa dijual atau diuangkan sampai kapanpun. Alasan hanya digunakan bagi mereka yang ingin menyelamatkan wajah mereka, ketika seseorang bertanya perihal kesalahan, pekerjaan, ataupun kegagalan mereka.

Kita bisa mengambil perumpamaan seorang penulis yang ketika ditanya mengenai mengapa jumlah artikelnya sangat sedikit. Akan menjawab dengan berbagai macam alasan, mulai dari kuota paket yang harus dihemat, bahan yang kurang karena blm sempat keluar untuk mencari tema, dan masih banyak lagi.

Golongan ini biasanya membuat banyak alasan sambil berkeluh kesah tentang kekurangan, baik yang ada pada diri sendiri maupun keadaan disekitarnya.

Orang yang sering membuat alasan, terbiasa melakuan hal tersebut dikarenakan terlalu seringnya membuat kesalahan dalam setiap jenis pekerjaan yang dia lakukan atau dipercayakan terhadap dirinya. Bedanya, orang yang hobby membuat alasan tidak mau mengakui dan  belajar dari kesalahan tersebut.

Karena sudah sering membuat berbagai macam alasan, dan tidak mau memperbaiki sifat tersebut. Menyebabkan dirinya menjadi pribadi yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.

Hanya mau menjawab dengan alasan, tapi tidak mau menanggung segala akibatnya. Pribadi seperti ini akan membawa pemiliknya jatuh kedalam jurang krisis kepercayaan dari orang dan juga lingkungan disekitarnya.

Orang yang banyak alasan akan memiliki label pribadi yang kurang tekun, dan sulit untuk dipercaya. Karena biasanya, dengan banyak membuat alasan, menjadikan orang tersebut pribadi yang sering gonta ganti pekerjaan tetapi tidak maju-maju.

Bagian ronde pertama mengenai perturangan antara pembuat banyak alasan versus pembuat banyak karya, akan kita tutup terlebih dahulu. Dengan pernyataan mengerikan sekali jika kita menjadi pribadi seperti ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *