PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI via LINGGARJATI DAN MISTERINYA

 

Gunung Ciremai merupakan Gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 Mdpl, berbentuk kerucut, dengan  kawah ganda, mempunyai 3 jalur pendakian yang bisa di lewati yaitu : Jalur Apuy (Majalengka ), Jalur linggajati ( Kuningan ) dan jalur Linggasana ( kuningan ).

Di antara ketiganya jalur linggarjatilah yang di anggap oleh sebagian para pendaki sebagai jalur yang terberat dan terjal dengan cerita cerita misteri didalamnya.

Untuk menuju desa Linggarjati yang menjadi basecamp pendakian sangat mudah, dari arah manapun tujuan utama adalah terminal cilimus, kemudian lanjut dengan menggunakan angkot atau ojek menuju basecamp Linggarjati.

Basecamp linggarjati merupakan pos awal tempat registrasi para pendaki dengan biaya Rp. 50.000/orang, di sini juga para pendaki bisa membeli keperluan ataupun perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Mengawali pendakian, dari basecamp linggar jati ini kita kan menuju Cibunar ( Pos 1 ).

Dengan jalan beraspal yang datar dan kemudian mulai menanjak kita bisa melewatinya dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam ( karena kondisi masih prima ) tapi untuk lebih menghemat waktu juga ketersediaan stamina untuk nanjak bisa menggunakan jasa ojek untuk sampai di pos 1 ( cibunar ), sampai di cibunar gunakan waktu untuk mengecek kembali perbekalan sebelum melanjutkan pejalanan.

  • Pos 1 ( Cibunar ) menuju Pos 2 ( Leuweung Datar ).

Menuju leuweung datar kita akan di bawa untuk menikmati hutan pinus yang teduh dengan jalur berbatu yang mulai menanjak, kemudian bertemu dengan jalan setapak setelah melewati hutan pinus.

Setelah berjalan kurang lebih 45 menit baru sampai di dataran yang tidak terlalu luas yang di sebut pos 2 ( leuweung Datar ).

  • Pos 2 ( Leuweung Datar ) menuju Pos 3 ( Kondang amis ).

Perjalanan msh melalui jalan setapak yang masih sama seperti jalur sebelumnya, di tandai dengan kondisi tanah lapang yang cukup luas sampailah di pos 3 ( kondang amis ).

  • Pos 3 ( Kondang amis ) menuju Pos 4 ( Kuburan Kuda ).

Perjalanan menuju kuburan pos selanjutnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya hanya saja jalan mulai menyempit dan hutan semakin terasa agak gelap/rimbun, dengan kemiringan yang masih di anggap nyaman untuk di nikmati, kemudian sampailah di dataran yang cukup luas, sangat cocok untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, inilah yang di sebut pos 4 ( Kuburan kuda ).

  • Pos 4 ( Kuburan Kuda ) menuju pos 5 ( Pangalap ).

Jalur yang di lalui tidak berubah, masih menanjak di tanah yang padat, sekitar  30 – 40 menit berjalan sampailah di pos 5 ( Pangalap ) yang tidak telalu luas, pos yang bisa di jadikan tempat istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

  • Pos 5 ( Pangalap ) menuju pos 6 ( Tanjakan Seruni )

Jalur masih seperti sebelumnya, hanya saja di sini mulai di perlukan keahlian dan kekuatan untuk bisa berpegang pada akar akar pohon yang ada di sepanjang jalur pendakian.

Hal misteri yang seing terjadi mulai dari pos pangalap yaitu adanya sambutan dari seekor burung jalak hitam dan tawon yang akan mengiringi sampai pos tanjakan seruni.

  • Pos 6 ( Tanjakan Seruni ) menuju Pos 7 ( Tanjakan Bapak Tere ).

Setelah Tanjakan seruni terlewati, pendakian akan di sajikan dengan jalur tanah padat dengan kemiringan sekita 70 – 90 derajat, masih di perlukan keahlian dan tenaga maksimal untuk bisa berpegangan,bergelantung bahkan memanjat bertumpu pada akar akar pohon dan tidak ada sedikitpun tanah datar disepanjang jalur ini, jalur ini di anggap sangat menyiksa para pendaki.

sesuai dengan namanya tanjakan bapak tere ( # dalam bahasa sunda bapak tiri ), konon dahulu seorang bapak tiri mengajakan anak tirinya melalukan pendakian ke gunung ciremai, namun ternyata dalam perjalanan pulang sang bapak membunuh anak tirinya di tempat ini.

  • Pos 7 ( Tanjakan Bapak Tere ) – Pos 8 ( Batu Lingga ).

Perjalanan tidak separah jalur sebelumnya, tapi tetap masih di perlukan tenaga maksimal untuk bisa mencapai pos batu lingga, pos ini merupakan area datar yang tidak cukup luas yang bisa di gunakan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Konon nama pos Batu lingga ini di ambil dari Batu datar yang besar yang di gunakan oleh kakek dari sunan gunungjati untuk melalukan semedi ketika mengantarkan cucunya ( sunan gunung jati ) menuju puncak, namun karna kondisinya sudah tua dan sudah tidak kuat untuk melanjutkan pendakian maka sang kakek memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan bersama sang cucu dan mau menunggu di tempat itu.

Sampai sang cucu turun gunungpun sang kakek tidak mau turut serta kembali pulang dan tetap bersemedi sampai akhir hayatnya di tempat itu, setelah mengetahui sang kakek meninggal sunan gunungjati pun melakukan semedi tempat kakeknya bersemedi sebelumnya, sebagai wujud penghormatan dan bakti atas jasa sang kakek yang mau membawa ke gunung ciremai, namun sayang kini keberadaan batulingga tersebut tidak tahu rimbanya.

  • Pos 8 ( Batu Lingga ) menuju pos 9 ( Sangga Buana ).

Perjalanan di lanjutkan dengan medan yang masih membuat napas terengah – engah dan kaki/lutut bergetar, namun di pos yang akan di tuju itulah yang merupakan pos, di mana para pendaki banyak mendirikan tenda untuk beristirahat dan tidur, sambil menunggu waktu untuk summit.

  • Pos ( Sangga Buana ) menuju pos 10 ( Pengasinan ).

Perjalanan di lanjutkan dengan kondisi masih menanjak dengan pijakan tanah padat berbatu, namun sudah mulai memasuki area di mana para pendaki bisa menikmati pemandangan kota kuningan.

Pos pengasinan merupakan dataran yang luas/area terbuka dengan pohon yang jarang, sangat tidak aman untuk mendirikan tenda.

  • Pos 10 ( Pengasinan ) menuju Puncak Ciremai.

Perjalanan terakhir yang mengantar para pendaki menuju puncak ini merupakan tantangan terakhir, di mana setelah lelah teramat sangat terobati dengan keindahana kota kuningan, lekukan yang menakjukkan dari pesona gunung slamet, gunung sindoro, gunung sumbing, gunung galunggung “ Selamat Datang di Puncak ketinggian gunung ciremai – Jawa barat “.

Untuk infomasi lebih lanjut mengenai kondisi Gunung Ciremai, Guide dan Porter, silahkan menghubungi Kang Suparta/ Kakek Petualang di no hp 081324092194

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *