TAKUTLAH AKAN KEGAGALAN, KARENA WAKTU TIDAK DAPAT DIULANG KEMBALI!

Banyak yang bilang jika hendak memulai bisnis pegang teguh prinsip “Jangan Pernah Takut Gagal”, karena ini merupakan hal yang biasa dihadapi ketika berbinis. Nyatanya ini merupakan kata sesat para pembual paruh waktu, yang  sedang mencari sahabat bualannya.

Statement seperti ini merupakn slogan yang hanya cocok, bagi mereka yang sudah berjalan dan menghasilkan usahanya. Sedangkan bagi kita yang baru memulai, jargon seperti ini bisa membuat kita terburu – buru dalam bertindak.

Dengan sedikit pengalaman yang ada, kebanyakan mereka yang gagal dalam berbisnis tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang mereka jalani. Berbekal jangan takut gagal, ditambah dengan bumbu kenekatan. Keluarlah modal besar untuk menjalankan usaha setengah matang, yang berbuntut pada kekecewaan.

Keadaan dan nasib menjadi kambing hitam kegagalan tersebut, karena modalnya sudah hangus untuk usaha. Mereka yang gagal biasanya menyalahkan modal kecil, dan berkata “andai saya anak orang kaya, pasti berhasil!”. Berbekal pengalaman dan riset tambahan yang minim, mereka kan mengulangi lagi kesalahan yang sama. Dan mengeluarkan pernyataan yang sama ketika ditanya, “kenapa bisa gagal lagi usahanya?”

Kata yang tepat bagi seorang pemula dalam dunia bisnis seharusnya adalah “TAKUTLAH AKAN KEGAGALAN, KARENA WAKTU TIDAK DAPAT DIULANG KEMBALI!!!”. Ketika akan memulai berbisnis, ada baiknya anda memiliki pengetahuan terlebih dahulu tentang jenis dari usaha yang akan dijalankan.

Misalnya jika anda ingin membuka usaha kue, minimal anda sudah harus mengantongi data mengenai:

  1. Jenis kue apa yang sedang trend saat ini?
  2. Bagaimana cara membuatnya? (Resep)
  3. Siapa saja konsumennya?
  4. Berapa banyak pembeli yang akan memesan setiap harinya?
  5. Berapa Harga jual kue yang laris pada umunya?
  6. Dari mana sumber bahan baku yang ketersediaannya bisa diandalkan?
  7. Berapa jumlah pekerja yang dibutuhkan jika ingin produksi sendiri?
  8. Atau apakah anda akan membeli kue yang sudah jadi dan hanya menjadi toko display saja?
  9. Bagaimana perbandingan simulasi keuntungannya?
  10. Berapa lama usaha ini akan bertahan dengan dua pilihan antara turut memproduksi atau mengambi dari supplier?

Jika anda sudah mengantongi jawaban pertanyaan diatas, barulah berhitung tentang modal. Mulai dari sumber modal hingga pengembaliannya. Jangan sampai memulai usaha atas dasar cerita indah orang lain. Apalagi langung mempercayakan modal yang telah dikumpulkan secara susah payah kepada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *