TAMAN VANDA

Taman Vanda merupakan salah satu taman tematik di kota Bandung. Sebelum  menjadi taman cantik seperti sekarang ini, pada awal mulanya di lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya para tunawisma dan PSK yang bersliweran di sekitaran daerah ini membuat kawasan ini menjadi terlihat sedikit agak kumuh, ya walaupun tepat di belakang taman Vanda terdapat kantor BI (bank Indonesia). dan tepat di depan taman terdapat kantor pusat pemerintahan kota Bandung. ya itu cuman sedikit sejarah.

tapi kalau di lihat sekarang, taman vanda menjadi taman yang cukup baik di kota Bandung. berbagai unsur kalangan masyarakat dari semua umur dan lapisan tumpah ruah disini. Hal ini menjadikan taman vanda menjadi salah satu ruang publik yang bersahabat untuk masyarakat di kota bandung.

Taman Vanda mulai di revitalisasi menjelang peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA), tahun 2015, berbarengan juga dengan banyaknya ruang publik di Kota Bandung yang direvitalisasi. Taman ini berlokasi di tengah-tengah Jalan Merdeka, di antara Balai Kota, Mapolretabes Bandung, dan Gedung Bank Indonesia.

Dulu, sebelum di revitalisasi, di lahan tersebut terdapat sebuah gereja berukuran 8×21 meter yang diberi nama Gereja Santa Franciscus Regis. Gereja katolik pertama yang didirikan di Kota Bandung oleh Pastor Christianus Schets SJ ini diberkati oleh Mgr. Staal pada 16 Juni 1895 dan dirobohkan pada awal tahun 1920-an.

Setelah dirobohkan, di lahan tersebut dibangunlah sebuah bioksop bernama Rex. Bioskop ini terbilang cukup bertahan lama hingga pada awal tahun 1950-an, bioskop Rex berganti nama menjadi Panti Budaya.

Fungsi gedung pun berubah tidak lagi digunakan sebagai bioskop tetapi digunakan sebagai ruang kuliah Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang pada masa itu masih bernama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.

Sekitar tahun 1960-1970-an, saat Unpar sudah tidak lagi menggunakan gedung Panti Budaya sebagai ruang kuliah, gedung tersebut pun kembali beralih fungsi menjadi bioskop. Selain menjadi bioskop, di gedung tersebut juga terdapat bangsal yang kerap digunakan untuk latihan badminton dan sempat digunakan untuk latihan tari Viatikara.

Pada 1970-an bioskop Panti Budaya pun berganti nama menjadi bioskop Vanda dan bertahan hingga tahun 1980-an. Lalu, pada 1990-an, bangunan bioskop Vanda dirobohkan, yang kini dikenal dengan Taman Vanda.

Konon, nama Vanda diambil dari salah satu nama jenis anggrek. Namun, ada juga yang mengatakan nama Vanda diambil dari sebuah bioskop yang dulunya berdiri di atas lahan tersebut. Ternyata, taman yang kini menjadi salah satu tempat kongkow idola kawula muda Kota Bandung itu memiliki perjalanan yang panjang sebelum menjadi taman.

Pada akhir pekan, biasanya banyak komunitas yang melakukan kegiatannya di taman seluas 2.000 meter persegi ini. Sementara pada saat malam hari, taman vanda semakin ramai dikunjungi orang, terutama pada Sabtu malam. Sebab, pada malam hari, para pengunjung dapat menikmati suasana malam Kota Bandung sambil melihat air mancur warna-warni di taman ini.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *