Terobosan Baru Dalam Bermusik, Robot Orkestra Bisa Saja Menggeser Para Pemain Musik Dari Pekerjaannya

Ah,, Berita yang agak merepotkan nampaknya bagi para pemusik dunia, bisa jadi penemuan yang satu ini menggeser posisi mereka sebagai pengiring alunan melodi konser, atau bahkan dunia rekaman.

Dua musisi dari Jerman menggunakan peralatan robot untuk menambahkan suara ke pertunjukan mereka. Band duo ini melakukan konsernya dengan bantuan robot, dimana robot ini  dapat memainkan beberapa alat musik pada saat yang sama. Robot dapat memainkan beberap jenis instrument seperti gitar, keyboard, drum atau instrumen perkusi lainnya.

Ketika melakukan pertunjukan, anggota band memainkan beberapa jenis suara intrumen, tetapi yang lainnya dikendalikan oleh komputer. Setelah terhubung ke kabel dan diatur sesuai dengan keinginan, instrumen seperti gambang, drum atau simbal dapat bermain dengan sendirinya.

Instrumen lain diciptakan dari tongkat kayu panjang yang berdiri sendiri di atas stan mikrofon. Tongkat itu berisi string panjang. Mereka terikat pada setiap ujungnya. Senar terhubung ke bola kayu kecil. Saat tongkat berputar, bola menyentuh balok di lantai, menciptakan suara merdu.

Untuk melihat bagaimana para pemusik dan robot berkolaborasi dalam aksinya, anda bisa melihat pada video youtube berikut ini.

Band dua orang, yang disebut Joasihno, baru-baru ini tampil di South by Southwest Conference dan Music Festival di Austin, Texas. Mereka menggambarkan suara elektronik mereka sebagai musik “mesin psikedelik”.

“Sebenarnya, kami menyebutnya orkestra robot psikedelik,” kata Cico Beck, salah satu pencipta grup ini. “Ini adalah kombinasi dari instrumen akustik, dengan instrument acak robot yang sangat unik,” tambahnya.

Komputer dapat bereaksi terhadap perubahan sinyal tegangan, sehingga robot dikendalikan oleh arus listrik, Beck menjelaskan.

Anggota lain grup tersebut, Nico Siereg, mengatakan bermain di band eksperimental dengan robot tidak sama dengan bermain di band tradisional. “Ini sedikit berbeda karena Anda juga memiliki pemikiran bahwa ada mesin yang bermain di sekitar Anda, jadi tidak ada reaksi dari mereka karena mereka robot tak berperasaan,” katanya.

Tapi Siereg mengatakan bahwa dalam beberapa hal, robot benar-benar membantunya meningkatkan kinerja musiknya. Karena instrument sudah deprogram untuk bermain secara konisten, dan ia terkadang merasa lebih bebas dan lebih  berfokus pada apa yang ia mainkan, dan kadang-kadang dia bahkan sempat berimprovisasi saat bermain bersama para robot.

Kedua orang Musisi mengatakan bahwa bisa dibayangkan teknologi serupa, sangat bisa memiliki pengaruh lebih besar pada berbagai jenis musik di masa depan. “Teknologi adalah alat yang sangat penting yang bahkan sangat sering digunakan nantinya, itu juga merupakan bagian yang sangat penting yang sangat menginspirasi,” katanya. Namun dia juga menyatakan harapan bahwa “musik sungguhan tidak akan mati.”

Selain tampil baru-baru ini di Texas, Joashihno sibuk menampilkan pertunjukkan di Eropa dan di Kanada. Band ini berharap “eksperimen” musik berteknologi tinggi akan terus menjangkau orang-orang baru dan menyenangkan telinga para penggemarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *