The First International Luxury Shoemakers

165 tahun berpengalaman dalam membuat sepatu, menjadikan brand asal Swiss ini menampilkan koleksi yang terus berevolusi namun tetap mempertahankan craftsmanship serta kenyamanan yang luar biasa.

 

Bermula pada tahun 1851, kakak beradik Crl Franz Bally dan Fritz mulai membuat kulit Hand-made yang menyatukan desain dan fungsi dengan cara sangat kreatif. Pada tahun 1870 – an Bally berkembang dengan butik tersebar di Geneva, Buenos Aires, Montevideo dan Faris. Bally sendiri pada Perang Dunia 1 berhasil memperkerjakan tujuh ribu orang yang dapat menghasilkan empat juta pasag sepatu berkualitas tinggi per tahun. Baru pada tahun 1980 -an nama Bally dikenal secara International berkat ekpansi ke market Asia dan AMerika Utara.

Pablo Cappola yang kini menjabat sebagai Direktur Kreatif terus mempertahankan warisan sang rumah mode. Pada spring /summer 2017, diperkenalkan sapatu Janelle Slipper yang terlihat effortless bergaya modern bercampur gaya retro yang sangat nyaman dengan relaxed fit serta dapat dipakai sebagai sepatu atau dengan menekuk bagian gumit sehingga dapat dipakai layaknya sandal. Janelle Sipper ini terinsfirasi oleh sepatu tradisional Maroko yaitu babouche sehingga memiliki kesan eklektik yang kental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *